Kadang saking banyaknya pekerjaan, list pekerjaan menumpuk bikin kepala pusing
( memori otak juga seperti nya sering kurang mendukung, semakin tua semakin gampang lupa
padahal kalau dalam istilah sepak bola seumuran saya 26th sedang menginjak usia emas
. Karena sering kelupaan pekerjaan mana yang belum diselesaikan, malahan melakukan pekerjaan lain atau malah menerima pekerjaan baru lagi. Akhirnya mengabaikan pekerjaan yang menunggu dalam list.
Bisa juga karena target pekerjaan akan dilakukan pada hari berikutnya, malah kelupaan bikin appointment kerjaan baru. Weleh weleh, ribet jadinya. Kalau sudah seperti ini memang seperti membutuhkan seorang asisten yang menjadi pengingat, dan membuat pekerjaan kita urut sesuai dengan prioritas. Gaji aja pas pasan masa mau cari asisten ngakak: (more…)
