Emas Digital: Panduan Sederhana Token Gold-Backed vs Emas Digital Pegadaian

Emas digital itu ada dua “keluarga” besar yang sering disamakan:

  1. Token gold-backed (tokenisasi emas) → emas fisik disimpan di vault, lalu diterbitkan token di blockchain yang mewakili sejumlah emas tertentu (mis. 1 troy ounce atau 1 gram).

  2. Emas digital berbasis rekening (account-based) → kamu punya saldo gram emas di aplikasi/lembaga (bukan token blockchain), dan lembaga itu yang mengelola pencatatan + layanan beli/jual/cetak.

Di artikel ini, kita bahas keduanya dengan bahasa sederhana: cara kerja, cara beli, plus risiko (kelebihan & kekurangan).

Apa itu token gold-backed, dan kenapa harganya bisa mengikuti emas?

Token gold-backed biasanya bekerja seperti ini:

  • Ada emas fisik (batangan) yang disimpan di vault.

  • Penerbit membuat token di blockchain.

  • 1 token = jumlah emas tertentu (misal 1 troy ounce atau 1 gram).

  • Kalau penerbitnya kredibel dan mekanisme “mint-redeem” berjalan baik, harga token cenderung mengikuti harga emas (dikurangi/ditambah spread & likuiditas pasar).

Kuncinya selalu sama: siapa penerbitnya, bagaimana bukti cadangannya, dan apakah token bisa diredeem (ditukar) ke emas fisik.

Perbedaan Token Emas vs Emas Digital Pegadaian

Token gold-backed

  • ✅ Bisa dipindahkan 24/7 di blockchain, global, bisa self-custody (wallet sendiri).

  • ✅ Cocok untuk yang sudah nyaman dengan exchange/crypto wallet.

  • ✅ Bisa dibeli dengan pasangan mata uang dollar (token USDT), jadi memiliki kelebihan atas kenaikan USD terhadap IDR.
  • ⚠️ Ada risiko smart contract, risiko jaringan (gas fee), risiko regulasi, dan risiko penerbit/custodian.

  • ⚠️ Redeem fisik biasanya butuh KYC + minimum redeem tertentu.

Emas Digital Pegadaian (Tabungan Emas)

  • ✅ Berbasis aplikasi & rekening emas (bukan blockchain), lebih familiar untuk pemula Indonesia.

  • ✅ Bisa beli kecil (pecahan gram), bisa jual, dan bisa cetak/ambil fisik lewat fitur “Ambil Fisik”.

  • ⚠️ Ada biaya administrasi/pengelolaan/biaya titip/biaya cetak sesuai ketentuan, dan spread buy/sell.

  • ⚠️ Tidak bisa kamu kirim “on-chain” seperti token crypto—ini ekosistem internal Pegadaian.

Profil token emas digital yang populer

Di bawah ini akan dijelaskan beberapa aset emas digital yang populer.

XAUT (Tether Gold)

Penerbit: Tether
Patokan: 1 token ≈ 1 troy ounce emas (fine troy ounce). (Tether juga menyebut “scudo” sebagai pecahan 1/1000 XAUT untuk nominal kecil).
Redeem fisik: Dalam terms resminya, pemilik token yang terverifikasi dapat melakukan redeem untuk pengiriman emas fisik (dengan ketentuan & prosedur tertentu).

Kelebihan

  • Mudah dipahami: 1 token merepresentasikan 1 troy ounce emas.

  • Likuiditas relatif lebih besar dibanding banyak token emas lain (umumnya lebih mudah dicari di exchange besar). Mudah ditarik kembali ke IDR.

  • Transfer on-chain memungkinkan perpindahan aset lintas negara (tergantung kebijakan exchange/wallet).

Kekurangan & risiko

  • Risiko penerbit & transparansi cadangan: kamu bergantung pada manajemen cadangan & kebijakan penerbit.

  • Redeem fisik tidak “klik lalu emas datang” untuk semua orang: biasanya ada KYC, minimum, biaya, dan proses administratif.

  • Risiko jaringan: biaya gas & risiko salah kirim address (irreversible).

Cara beli

  1. Buat akun di exchange yang menyediakan XAUT, seperti Mobee, baca artikel sebelumnya cara membeli emas digital di Mobee.

  2. Deposit (mis. IDR atau USDT), lalu beli XAUT di market spot.

  3. Simpan di exchange atau pindahkan ke wallet sendiri (perhatikan network & fee).

Info penting: Tether pernah mengumumkan pembelian emas dan porsi cadangan terkait token emasnya, tetapi angka & detail bisa berubah; gunakan ini sebagai konteks bahwa laporan cadangan bersifat dinamis.

PAXG (Pax Gold)

Penerbit/custody: Paxos Trust Company
Patokan: 1 token mewakili 1 fine troy ounce dari London Good Delivery gold bar, disimpan di vault profesional.

Kelebihan

  • Struktur kepemilikan jelas (token mengklaim mewakili emas tertentu dalam custody Paxos).

  • Umumnya terkenal di pasar token emas dan banyak dibahas di ekosistem exchange.

Kekurangan & risiko

  • Tetap ada risiko penerbit/custodian (kamu bergantung pada Paxos untuk custody & proses redeem).

  • Redeem fisik biasanya ada syarat, minimum, dan biaya.

Cara beli

  • Sama seperti XAUT: beli via exchange yang listing PAXG → simpan di exchange/wallet → pahami biaya jaringan. Exchange Indodax, adalah satu satu tempat untuk membeli emas digital PAXG

VNXAU (VNX Gold)

Penerbit: VNX Commodities AG
Patokan: 1 token merepresentasikan 1 gram emas fisik, disimpan di vault berkeamanan tinggi di Liechtenstein (klaim “direct ownership” oleh pemegang token).

Kelebihan

  • Denominasi 1 gram sering lebih “ramah pemula” dibanding 1 troy ounce.

  • Fokus “vault di Liechtenstein” dan narasi kepemilikan langsung.

Kekurangan & risiko

  • Likuiditas bisa lebih tipis dibanding token yang lebih besar (spread bisa lebih lebar).

  • Tetap bergantung pada penerbit untuk bukti cadangan, tata kelola, dan redeem.

Cara beli

  • Cari exchange yang listing VNXAU atau gunakan jalur yang direkomendasikan penerbit.

  • Perhatikan network/token contract agar tidak salah chain.

XAUm (Matrixdock Gold)

Penerbit/produk: Matrixdock
Patokan: Tiap token merepresentasikan 1 troy ounce emas LBMA 99.99% (klaim), disimpan di vault bereputasi di Asia, dan disebut memiliki opsi redeem fisik.

Kelebihan

  • Klaim “real gold on-chain” dengan transparansi total supply vs bullion weight (di materi publik mereka).

  • Bisa menarik untuk pengguna yang ingin opsi on-chain tapi tetap terkait emas fisik.

Kekurangan & risiko

  • Sama seperti token lain: risiko penerbit/custodian, redeem process, dan likuiditas.

  • Karena ekosistemnya masih berkembang, cek ketat soal biaya redeem & minimum.

Cara beli

  • Ikuti jalur “Buy/Bridge” yang disediakan platform atau exchange/DEX yang mendukungnya.

  • Pastikan chain yang kamu gunakan sesuai (TRC-20/ERC-20/BEP-20, dsb, tergantung listing resminya).

KAU (Kinesis Gold)

Penerbit/platform: Kinesis Money
Patokan: Umumnya dinyatakan sebagai 1 gram emas per 1 KAU (banyak referensi publik menyebut demikian), dan Kinesis menyatakan bullionnya bisa diredeem dengan syarat minimum.

Kelebihan

  • Ada konsep “emas sebagai currency utility” (bisa dipakai di ekosistem mereka).

  • Pihak Kinesis menyatakan adanya audit independen berkala dan hak redeem (dengan minimum).

Kekurangan & risiko

  • Mekanisme yield/utility menambah kompleksitas; pahami sumber yield, biaya, dan aturan platform.

  • Likuiditas di pasar umum bisa berbeda dibanding token yang lebih mainstream.

Cara beli

  • Bisa melalui platform/exchange yang mendukung KAU, lalu simpan di ekosistem Kinesis atau wallet sesuai dukungan.

AWG / tGOLD (Aurus)

Penerbit/ekosistem: Aurus Technologies
Aurus dikenal dengan model di mana token emas dicetak & didistribusikan oleh jaringan pelaku pasar emas fisik (bukan hanya satu pihak tunggal).

Kelebihan

  • Narasi “decentralized distribution” (jaringan trader/vault) bisa mengurangi ketergantungan pada satu merchant.

  • Konsepnya menarik untuk tokenisasi supply chain.

Kekurangan & risiko

  • Karena model jaringan, kamu perlu lebih teliti: siapa minter, siapa custodian, standar audit & redeem.

  • Token berbasis ekosistem seperti ini sering menghadapi isu listing, migrasi, atau perubahan simbol/ketentuan (pernah ada “important updates” dari exchange).

Cara beli

  • Beli di exchange yang listing tokennya (nama/simbol bisa berubah), lalu cek official announcement agar tidak salah aset.

MCAU (Meld Gold)

Penerbit/platform: Meld Gold
Meld memposisikan asetnya sebagai certificate/token yang didukung emas fisik, dan referensi publik sering menyebut 1 unit mewakili 1 gram emas dengan opsi redeem (tergantung ketentuan).

Kelebihan

  • Fokus pada “end-to-end supply chain” (miner–refiner–retail).

  • Denominasi gram biasanya terasa lebih mudah untuk DCA kecil.

Kekurangan & risiko

  • Likuiditas & akses exchange bisa berubah (tergantung listing).

  • Tetap wajib cek: biaya redeem, minimum, dan siapa vault/custodian yang dipakai untuk wilayah kamu.

Cara beli

  • Ikuti jalur resmi Meld atau exchange yang mendukung token/sertifikat tersebut.

Token emas yang sudah berhenti

Kalau tujuanmu “store of value”, status operasional itu krusial.

DGX (Digix Gold Token)

Digix menyatakan telah menghentikan aktivitas bisnis dan pengurusan redeem dialihkan ke partner tertentu (NexusGold FZC) per pengumuman publik mereka.
Risikonya: redeem & layanan bergantung pada pihak pengganti + proses bisa lebih sulit.

CGT (CACHE Gold)

CACHE menyatakan CGT berhenti diback emas per 30 Sep 2025 (Singapore Time) dan ada mekanisme kompulsori (mis. airdrop PAXG untuk alamat yang memenuhi syarat) sesuai TOS.
Risikonya: token bisa tetap “ada” di blockchain, tapi tidak punya backing/utility lagi.

PMGT (Perth Mint Gold Token)

The Perth Mint menyatakan PMGT telah discontinued.
Ada juga liputan media mengenai perubahan dukungan partner teknologi yang membuat proyek ini bermasalah di periode tersebut.

Emas Digital Pegadaian (Tabungan Emas): Cara kerja, cara beli, plus risiko

Penyedia: Pegadaian
Produk: Tabungan Emas (saldo gram emas di rekening/aplikasi, bukan token blockchain).

Cara kerja sederhananya

  • Kamu buka rekening Tabungan Emas via aplikasi Pegadaian Digital / outlet.

  • Kamu beli emas dalam satuan gram (saldo bertambah).

  • Kamu bisa jual kembali (buyback), transfer saldo ke sesama pengguna (ketentuan berlaku), dan cetak/ambil fisik.

Biaya & ketentuan yang sering ditanya

  • Pegadaian mempublikasikan adanya biaya admin dan biaya pengelolaan (angka bisa berbeda sesuai kanal/kebijakan; rujuk halaman resmi).

  • Ada FAQ yang menyebut Biaya Titip Emas Rp30.000/tahun (mekanismenya bisa memotong saldo dalam bentuk gram ekuivalen).

  • Minimum pembelian kecil (sering disebut bisa mulai pecahan kecil; salah satu halaman menyebut minimal 0,01 gram).

Kelebihan Pegadaian dibanding token gold-backed

  • Lebih gampang untuk pemula: tidak perlu wallet, gas fee, atau pusing pilih chain.

  • Ada jalur ambil fisik/cetak emas di ekosistem Pegadaian.

  • Lebih “lokal Indonesia”: cocok untuk nabung rutin & transaksi rupiah.

Kekurangan Pegadaian dibanding token gold-backed

  • Tidak bisa dikirim bebas “on-chain” lintas ekosistem DeFi/crypto.

  • Kamu bergantung pada sistem internal Pegadaian (jam layanan tertentu untuk proses tertentu, kebijakan biaya, spread buy/sell).

Cara beli emas digital di Pegadaian (ringkas)

  1. Install Pegadaian Digital → login/daftar

  2. Pilih menu Buka Tabungan Emas → isi data & verifikasi sesuai instruksi

  3. Top up/saldo → lakukan beli emas

  4. Opsi lanjutan: jual emas, transfer, atau Ambil Fisik untuk cetak.

Panduan memilih yang paling cocok

Pakai pertanyaan sederhana ini:

1) Tujuan utama kamu apa?

  • Nabung aman & simpel (rupiah, cetak fisik, lokal): Pegadaian Tabungan Emas sering paling mudah.

  • Ingin fleksibilitas crypto (transfer on-chain, global, bisa self-custody): token gold-backed seperti XAUT/PAXG dkk.

2) Kamu siap dengan risiko teknis?

  • Kalau kamu belum nyaman dengan wallet, seed phrase, salah kirim address → Pegadaian cenderung lebih aman secara “human error”.

3) Kamu perlu likuiditas tinggi?

  • Token yang lebih besar biasanya lebih likuid; token kecil bisa spread lebih lebar.

Tips keamanan sebelum membeli emas digital

  1. Cek penerbit + dokumen resmi (terms, redeem policy).

  2. Cek bukti cadangan/attestation dan siapa auditor/custodian-nya (kalau ada).

  3. Cek likuiditas & spread (jangan cuma lihat “harga emas” saja).

  4. Cek biaya total: fee trading, fee withdraw, gas fee, biaya redeem/cetak/penitipan.

  5. Rencanakan penyimpanan: exchange vs wallet sendiri (untuk token).

FAQ

Apakah token gold-backed sama dengan emas fisik?

Tidak persis. Token adalah “klaim” atas emas yang disimpan pihak lain. Nilainya mengikuti emas jika cadangan & mekanisme redeem benar.

Mana yang lebih aman: XAUT/PAXG atau Tabungan Emas Pegadaian?

“Lebih aman” tergantung risikonya: token punya risiko teknis (wallet/chain) & penerbit; Pegadaian lebih sederhana tapi tetap ada biaya, spread, dan ketergantungan sistem internal.

Apakah Tabungan Emas Pegadaian bisa dicetak jadi emas batangan?

Bisa, melalui fitur “Ambil Fisik” dengan syarat & biaya cetak sesuai ketentuan.

Apakah token emas bisa selalu diredeem jadi emas fisik?

Tergantung penerbit & status operasional. Ada yang memungkinkan redeem, namun lebih mudah untuk ditarik menjadi mata uang IDR lalu gunakan untuk membeli emas fisik.

Beri penilaian konten ini (sekali saja).

0 Komentar

    Tinggalkan Komentar