
Broker forex Indonesia bersama dengan regulasi perlu adopsi banyak fitur layanan dari broker luar negeri untuk mengembangkan industri forex di Indonesia.
Pagi ini, 14 Oktober 2025 saya membaca salah satu artikel dari salah satu broker Indonesia yaitu ForexIMF yang pernah menulis ulasan; Ada broker forex Indonesia Bappebti regulated, ngapain tetep pilih yang jauh?. Cukup menarik ulasannya dan karena memang puluhan tahun trader Indonesia lebih banyak menggunakan service broker asing ketimbang brolok (broker lokal).
Untuk perbandingkan lebih lanjut, saya juga informasi dari Forexmagnates.com bahwa broker Exness pada tahun 2024 dinobatkan sebagai broker CFD yang paling besar volume transaksinya. Bahkan di urutan kedua yaitu broker ICMarkets.com volume transaksinya tidak ada sepertiganya Exness.
Lebih lanjut saya coba menggali lebih dalam kenapa broker Exness begitu populer didunia bahkan di Indonesia. Dan berikut ini hasil riset lebih lanjut:
1. Exness belum/tidak teregulasi di Indonesia
Meski begitu, apa si yang bisa membuat Exness begitu sukses sebagai cfd broker forex?
Di Indonesia sendiri, jika diamati, banyak sekali pemberitaan, review, iklan, dan influencer berpromosi layanan Exness melalui program afiliasi maupun IB (Introducing Broker). Padahal, sebagai CFD broker, Exness tidak atau belum memiliki ijin regulator di Indonesia, namun para IB di Indonesia layaknya manager promosi sangat gencar menjalankan funel-funel marketing melalui berbagai macam cara. Bahkan salah satu aplikasi finansial Pluang memiliki muatan review mengenai broker Exness yang bisa dibaca disini. Saya coba login ke dashboard Exness untuk menganalisa lebih lanjut, kenapa Exness sangat diminati?
Portal user friendly
Exness sebagai CFD broker, saya pelajari secara mendalam dengan membuat account dashboard secara langsung. Ternyata memiliki portal klien yang sangat menarik dengan navigasi yang sangat mudah. Depositnya bisa melalui banyak metode, baik eWallet lokal Indonesia, bank transfer hingga cryptocurrency. Ini pasti menjadi poin yang cukup membuat Exness memiliki tempat istimewa bagi trader yaitu kemudahan untuk deposit.
Siapa saja bisa menjadi IB
Selain itu, ternyata bagi trader yang telah memiliki portal Exness baik melakukan deposit ataupun tidak, bisa menyebarkan referral link dan mengikuti program IB Exness dengan mudah untuk mendapatkan komisi dari setiap trade yang dilakukan oleh klien yang direferensikan. Jadi, tanpa menjadi trader aktif, setiap member Exness bisa menjadi IB.
Portal IB yang komprehensif
Exness juga terlihat serius dalam hal mengembangkan partnership dengan para trader. Terdapat dukungan campaign di portal IB yang lengkap untuk melakukan tracking promosi yang dilakukan oleh IB, hal ini tentu bisa membuat para IB Exness bisa mengoptimalkan kinerja promosi mereka. Ini menjadi kekuatan Exness yang saya liat tidak dan/atau jarang dimiliki oleh sebagian besar CFD broker baik IC Markets, Pepperstone, bahkan CFD broker dari Indonesia.
Dukungan Sistem Yang Kuat Untuk IB
Meskipun di Indonesia domain Exness sering terkena blokir regulator, sistem mereka sangat responsif untuk menangkapi issue tersebut dengan mengganti domain yang baru. Dengan sistem yang dimiliki bahkan tidak perlu ada effort yang dilakukan oleh para IB untuk mengganti link referral. Ini menunjukan Exness ingin para IB tidak mendapatkan kerugian atas kendala blokir yang sering dialami atau dengan kata lain promosi dari IB menjadi kepentingan WAJIB yang perlu mereka mudahkan.
Dilengkapi social trading
Hal lain yang membuat Exness lebih mudah menjangkau para trader adalah program Social Trading. Social Trading adalah program copy trade dimana para trader bisa menyalin/copy trading sebagai investor dengan sistem biaya yang cukup murah hanya 10-30% dari profit. Social Trading Exness bahkan menjadi salah satu yang terpopuler selain Social Trading miliki broker Etoro. Sumber informasinya disini: https://www.financemagnates.com/fintech/investing/etoro-and-exness-lead-on-social-media-51-million-followers-push-trading-dominance/
2. Layanan Trading Exness
Bagaimana dengan layanan trading yang broker Exness miliki?
Ini mungkin yang paling penting bagi trader, spread dan komisi. Broker ini memang memperlihatkan spread dan komisi yang sangat rendah pada tabel komparasi akun trading yang dimiliki, selain itu tersedia akun cent yang biasanya banyak dipilih oleh trader dengan modal yang masih minim.
3. Funnel Promosi
Funel-funel yang sering dipergunakan para IB Exness untuk mempromosikan layanan broker ini antara lain funel social trading, funel robot Expert Advisor, funel copy trade, funel komunitas belajar trading dll. Sedangkan media promosi yang sering dipergunakan yang sering saya temui adalah IG, Facebook, TikTok, Telegram Channel/Group dan Whatsapp.
Dengan adanya dukungan sistem yang sangat baik yang dimiliki Exness, tentunya menjadi hal yang cukup pantas jika broker ini bisa berkembang dari sisi volume transaksi. Namun, saya yakin broker ini tumbuh berkembang karena peran besar dari para Introducing Broker (IB)-nya.
4. Fakta Lain Dari Broker Exness
Trade Execution Time
Selain kelebihan-kelebihan di atas, saya mencoba untuk mengukur kecepatan transaksi broker ini dengan menggunakan tool tradeexecutiontime.ext dan didapatkan hasil Execution time: 1100 an ms. Yang bisa diartikan memiliki delay waktu eksekusi order yang sangat tinggi, lebih dari 500ms bahkan lebih dari 1000ms. Delay sebesar ini tidak bagus untuk digunakan trader dalam menjalankan copy trade antar platform (MT4 to MT4 atau MT4 to MT5 atau sebaliknya). Delay yang terlalu tinggi akan menyebabkan transaksi copy trading berpotensi memiliki harga yang berbeda jauh. Untuk scalping ketat juga akan kurang maksimal apalagi bagi trader yang menggunakan expert advisor alasannya sama, karena waktu eksekusi ordernya tinggi.
Penyebab delay transaksi yang tinggi ini bisa beragam, bisa karena server yang tidak terlalu perform untuk mendukung banyak transaksi dari klien, atau bahkan karena adanya pengaturan delay tinggi disisi broker untuk menjaga kestabilan sistem dan manajemen resiko bisnis mereka.
Baca sedikit ulasan tentang latency broker di artikel; Kesalahpahaman Yang Sering Dimiliki Pengguna VPS Untuk Trading Forex.
Over Leverage
Salah satu layanan broker yang menjadi pisau bermata dua bagi trader adalah leverage. Exness bahkan menawarkan unlimited leverage, dimana leverage ini cukup banyak digaungkan menjadi kelebihan untuk trading full margin. Ini cukup ironi karena bahkan broker-broker yang teregulasi di Ausie, UK, bahkan USA, sangat dilimit leverage yang bisa diberikan kepada user atau tradernya. Namun Exness bertolak belakang dengan itu. Ini sebenarnya cukup mengkonfirmasi bahwa broker ini tidak teregulasi baik. Namun, apakah leverage besar yang malah paling diminati?
Exness dalam memproses order/transaksi trader
Sebagai CFD broker, Exness tentu memiliki rahasia dapur bagaimana menjalankan bisnisnya. Sebagai CFD broker yang paling besar saat ini, Exness memiliki kemampuan untuk menjadi market maker atau menjadi Hybrid brokerage. Exness bisa memberikan likuiditas untuk para kliennya secara langsung trader to trader atau bisa menjadi counterparty atau lawan dari trader. Selain tentunya bisa juga melempar transaksi klien ke Liquidity Provider yang digunakan. Bagaimana akun para trader diperlakukan, akan cukup sulit untuk diketahui namun mungkin bisa dirasakan apabila trading menggunakan akun live secara langsung.
Regulasi Exness tidak ketat
Dari penelusuran yang saya baca, belum menemukan kasus Exness terkena hukuman dari regulator karena kasus-kasus yang merugikan trader. Hal tersebut mungkin juga karena Exness saat ini terpantau tidak memiliki satu entity-pun yang berada di negara maju seperti Australia, Jepang, Canada, USA, UK, dan negara Eropa lainnya yang beroperasi sebagai CFD broker. Di UK, Exness memang memiliki entitas yaitu Exness UK namun tidak beroperasi sebagai retail CFD broker. https://register.fca.org.uk/s/firm?id=001b000003587sXAAQ. Dari penelusuran website resmi Exness UK, sepertinya di UK beroperasi sebagai teknologi provider yang membantu institusi yang akan mendirikan perusahaan broker. Jadi bukan sebagai broker forex secara langsung.
Exness hanya memfasilitasi retail trader melalui regulator dari beberapa negera offshore, seperti Seychelles, Mauritius, British Virgin Islands, Curacao and Sint Maarten, South Africa, Kenya dan Cyprus. Negara-negara tersebut memang sangat nyaman bagi perusahaan broker untuk berbisnis. Keterbatasan yuridiksi dan mungkin tidak adanya perjanjian bilateral yang kuat antara Indonesia dengan negara-negara offshore tersebut yang membuat broker forex LN bisa tetap beroperasi menerima klien dari Indonesia. Sedangkan langkah-langkah yang biasanya diambil pemerintah untuk menyikapi keadaan tersebut adalah dengan memblokir akses website mereka.
5. Apakah CFD broker Indonesia bisa berkembang besar seperti Exness?
Industri trading forex di Indonesia memang sedang mulai berkembang terutama 5 tahun ke belakang. Spread dan komisi broker saat ini sudah cukup bersaing dan apabila didalami lebih lanjut, Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) yang diterapkan di Indonesia, menjadi jawaban bagi trader bahwa CFD broker Indonesia tidak menjadi counterparty (lawan) dari trader. Hal ini tentunya memastikan bahwa broker-broker di Indonesia ingin trader profit dan sukses agar bisa terus bertransaksi dengan CFD broker dari Indonesia (broker Indonesia tidak dirugikan jika trader untung). Pertanyaannya, apakah CFD broker di Indonesia semua fully SPA?
IB, affiliate atau referal dari CFD broker di Indonesia juga cukup berkembang dan semakin banyak, mulai dari retail trader bahkan hingga youtuber – youtuber ternama, influencer serta tokoh-tokoh finansial penting. Jika enviroment forex trading semakin baik dan memudahkan, bukan tidak mungkin CFD broker Indonesia bisa memukul mundur CFD broker LN yang sangat berkembang dan menjamur. CFD broker Indonesia untuk berkembang lebih jauh juga akan sangat membutuhkan bantuan trader sebagai partner bisnis mereka seperti halnya Exness dalam menjalankan bisnisnya.
Tokoh, influencer dan youtuber lokal sudah banyak yang mempopulerkan CFD broker Indonesia, seperti Ryan Filbert yang menjadi ForexIMF, pernah juga menjadi ambasador broker Octa Investama Berjangka, ada juga Traders Family dengan MRG Berjangka, Astronacci dengan Orbit Trader Berjangka, dll.
6. Kesimpulan: Dukungan untuk CFD Broker Indonesia
“Exness besar karena dukungan komunitas IB-nya, bukan hanya karena produknya saja.”
Broker Indonesia pun bisa menandingi itu, dengan fondasi regulasi kuat, sistem transparan, serta inovasi yang memudahkan trader dan partnernya.
a. Bangun “One Ecosystem” antara broker, edukator, dan komunitas.
Dorong kolaborasi tiga elemen: broker – akademi – komunitas trader, agar edukasi, promosi, dan kepercayaan tumbuh bersamaan.
b. Perluas layanan berbasis teknologi modern.
Tambahan fitur seperti trading signal, copy trading dan social trading. Layanan seperti ini beberapa CFD broker Indonesia sudah ada yang adopsi. Seperti MIFX, salah satu broker tua di Indonesia, yang memiliki fitur Trading Signal yang cukup komprehensif dan bisa membantu trader untuk mendapatkan pair terbaik untuk trading. Ada juga ForexIMF yang memiliki layanan Copy Signal dimana trader bisa mengambil bagian dalam proses copy trade dari provider signal terbaik, sayang-nya menurut saya matriks untuk membantu trader mendapatkan signal yang berkualitas kurang lengkap.
Dukungan API trading juga bisa menjadi sangat penting untuk bisa memberikan kesempatan trader berinovasi dengan sistem trading yang sudah berbasis AI.
Gunakan juga sistem analitik untuk mendukung IB dan klien melihat performa mereka.
Adopsi layanan seperti funding trader seperti program Axi Select yang dimiliki broker Axi juga sangat perlu karena inovasi broker Indonesia cukup tertinggal saat ini. Disaat dunia funding trader sangat populer, bahkan di Indonesia belum ada broker yang bisa adopsi.
c. Transparansi biaya dan data eksekusi.
Publikasikan trade execution speed, average spread, dan server uptime agar trader tahu kualitas broker dan membangun trust.
d. Kampanye “Trade Legal, Trade Lokal”.
Edukasi publik mengenai pentingnya bertransaksi di broker berizin untuk bisnis yang long lasting, dengan penekanan pada keamanan dana dan perlindungan hukum — bukan sekadar janji dan fantasi profit tinggi.
c. Insentif inovatif untuk IB dan komunitas.
Misalnya, skema tiered commission, reward berdasarkan volume trading, atau dukungan event komunitas (seminar, kontes trading, roadshow edukasi).
d. Hindari Hard Promote
Masih cukup banyak ditemukan, CFD broker Indonesia yang marketingnya melakukan promosi layanan dengan cara yang oportunis, yang penting deposit dahulu dll.
Pendapat Anda mungkin berbeda, Iam just learning and learning.
Semoga bermanfaat & Salam trading anti MC.
0 Komentar