Refleksi 17 Agustus-an
Siapa dari puluhan juta warga Indonesia yang tidak mengerti arti 17 Agustus. Semuanya saya yakin mengerti, tapi kalau semuanya memperingati, memaknai dan merefleksikan 17 an, itu baru belum tentu
semuanya. Mungkin hanya sebagian kecil saja.
Bahwa kebebasan dari penjajahan harus menjadi sesuatu yang sangat di syukuri. Betapa kita sekarang tidak harus berjuang membawa bambu runcing, mortil dsb untuk melawan penjajah. Tidak perlu merasa tercekam karena serangan penjajah yang setiap saat bisa menghujamkan peluru, boom dsb seperti dahulu yang pernah dialamai oleh kakek dan nenek kita. Betapa ini sungguh harus disyukuri.
Saya pernah diceritani oleh mbah saya, beliau dahulu pernah lari menuju hutan untuk melarikan diri dari penjajah, dengan keadaan kakinya tertembak. Di hutan, mbah saya selama beberapa hari sendiri, makan dan minum bingung dan pernah ngumpet karena melewati area hutan yang ada harimaunya.
Dan sekarang, setelah 65 tahun Indonesia Merdeka, setelah penjajah sirna dari bumi pertiwi. Seperti apa yang seharusnya kita lakukan untuk melanjutkan warisan kakek dan nenek kita? Mengisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik. Bagaimana caranya?
Dulu waktu kita SD, kita diajari PANCASILA. Setelah bertahun2 melewati masa itu, saya agak lupa, sila dan butir-butir pancasila. Disana prinsip2 kehidupan berbangsa dan bernegera diatur. Setelah dewasa, seiring dengan banyak permasalahan kehidupan, mengisi kehidupan di masa sekarang ini saya pikir semua orang sependapat….”TIDAKLAH MUDAH”
Kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara membutuhkan cara-cara yang berbeda. Tapi semuanya akan selalu berubah, bergerak, seiring perubahan jaman yang semakin susah. Jaman dimana moral sudah semakin terkikis. Jaman dimana penjajahan tidak lagi penjajahan dalam wujud seperti dahulu.
Saya inget kata2 bung karno dalam pidato yang pernah saya dengar di TV:
“ Jangan berhenti, REVOLUSI mu belum selesai…Siapa yang berhenti, akan digilas oleh SEJARAH “
Kalau kita renungkan kata2 pendiri bangsa itu, bahwa revolusi kehidupan kita akan terus berjalan, selamanya…sampai akhir hanyat kita.
Merdekaaaaaaa.


